https://habanusa.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251206-WA0015-2.jpg

Home / News

Kamis, 11 September 2025 - 07:15 WIB

‘Ini Bukan Kebetulan!’ Gatot Nurmantyo Ungkap Framing Negatif terhadap TNI Saat Demo Rusuh

Gatot Nurmantyo

Gatot Nurmantyo

Habanusa, Jakarta – Asap gas air mata menggantung di udara, bau menyengat bercampur dengan teriakan massa di Kwitang. Di tengah kekacauan itu, prajurit TNI bergerak cepat mengevakuasi keluarga Brimob yang terjebak di asrama.

Salah satu kejadian itu diungkapkan Gatot Nurmantyo. Dalam edisi siniar bertajuk “KERAS! GATOT NURMANTYO: ADA UPAYA PEMBUSUKAN TNI DALAM DEMO RUSUH!!” di kanal YouTube Refly Harun pada Rabu, 10 September 2025 yang kLI ini dipandu Hersubeno Arief, Gatot Nurmantyo menyampaikan pandangan strategisnya.

“Ini bukan kebetulan, tapi pembentukan opini untuk mendiskreditkan tentara,” tegas Gatot.

Ia menjelaskan, keberadaan anggota intelijen di lapangan bukan berarti ikut terlibat kerusuhan. Justru sebaliknya, mereka sedang menyamar untuk mencari provokator. “Kalau dia membawa kartu tanda anggota dan senjata pendek, itu tandanya sedang bertugas,” ujarnya.

Namun, Gatot menilai penanganan yang salah membuat situasi semakin runyam. Identitas anggota Bais yang ditangkap malah diviralkan.

“Kalau prosedurnya seperti ini, 60% agen kita akan tertangkap. Bagaimana kita bisa tahu organisasi terlarang tanpa masuk ke dalamnya?” katanya, menyayangkan bocornya operasi intelijen.

Bukti bukan provokator

Gatot kemudian menyinggung peristiwa evakuasi keluarga Brimob di Kwitang. Saat markas Brimob dikepung massa usai tewasnya Affan Kurniawan, TNI justru mengambil inisiatif menyelamatkan.

“Ada tujuh truk yang mengangkut keluarga Brimob, termasuk anak-anak kecil, ke hotel untuk diamankan. Kalau TNI provokator, ngapain kita lakukan ini?” ungkapnya.

Menurut Gatot, tindakan ini adalah bukti nyata bahwa TNI bukan sumber kerusuhan, melainkan bagian dari solusi. Sayangnya, peristiwa positif semacam itu jarang mendapat perhatian media sosial, kalah oleh framing yang menyudutkan.

Ancaman Pisahkan TNI dan Rakyat

Lebih jauh, Gatot melihat bahaya tersembunyi di balik isu ini: agenda untuk memisahkan TNI dari rakyat.

“Kekuatan Indonesia ada pada kebersamaan TNI dan rakyat. Kalau dipisahkan, negara akan rapuh,” ujarnya.

Ia mencontohkan nasib Libya dan Irak, dua negara yang porak-poranda setelah opini publik digiring melawan militernya.

Share :

Baca Juga

News

Masuk Usia Dewasa, Disdukcapil Ajak Remaja Rekam KTP-el Lebih Dini

News

Tanpa Lampu di Malam Hari Gedung PMI Lhok Ketapang Jadi Sorotan Warga

News

Ketika Pemimpin Diuji Warga Kota Bahagia Bersatu dalam Doa

News

Dari Kompetisi ke Kolaborasi: Saatnya Bangun Daerah Pasca Pilkada

News

Penantian Panjang Warga Kota Bahagia Berbuah Manis di Era H. Mirwan – Baital Mukadis

News

Ini Penjelasan Sekda Aceh Selatan Atas Dugaan Kehadiran Bupati Mirwan Saat Rapat Dibanda Aceh

News

Ketua IWO Aceh Selatan angkat bicara tentang Oknum Wartawan yang di Duga Peras Rekanan

News

Yeni Rosnizar Ajak Semua Pihak Jaga Etika dan Rasionalitas dalam Ruang Publik